Masjid Raya Kota Tangsel Didesain Minimalis

Masjid Raya Kota Tangsel Didesain Minimalis


Hasil gambar untuk Masjid Raya Kota Tangsel


Masjid Raya Kota Tangsel dibangun minimalis dan ramah lingkungan. Pembangunannya dianggarkan Rp 1,5 miliar dengan daya tampung mencapai 1.400 jamaah.
Masjid Raya bernama Al I’tizom (pemersatu) itu dibangun di samping gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangsel di Jalan Pamulang 2, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat . Luas bangunan berukuran 80 x 80 meter persegi.
Dibangun dua lantai dengan lantai pertama menampung 1.050 orang sedangkan, lantai dua bisa ditempati sekitar 350 jamaah. Pada 29 Oktober lalu, peletakan batu pertama dilakukan oleh Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany.
Sekretaris Dinas Tata Kota Bangunan dan Pemukiman (DTKBP) Kota Tangsel, Muqodas Syuhada mengungkapkan masjid didesain dengan gaya minimalis dan ramah lingkungan supaya sinar matahari lebih banyak masuk ke dalam.
“Bernuansa minimalis terdiri dari lempengan-lempengan beton yang tertata semetris dan vertikal (menjulang ke atas tanpa batas) yang diartikan bahwa inilah tempat ibadah yang mulia untuk memanjatkan doa dan bermunajat bagi para hamba-Nya atau yang dikenal hablum minallah,” katanya.
Muqodas menambahkan proses pembangunannya dilakukan selama dua tahun dan pada 206 nanti kemungkinan sudah bisa dipergunakan. Pada tahun ini difokuskan pada pembangunan fisik dan pemasangan interior. “Masjid ini nantinya akan menjadi pusat komunikasi, koordinasi antar masjid dan syiar agama khususnya di Tangerang Selatan. Sehingga urgensi membangun ini bukan hanya masalah perlunya tempat ibadah bagi Kantor Pemerintah Kota Tangerang Selatan semata,” papar Muqodas.
Guna mempercantik masjid, bangunannya akan dilengkapi dengan ukiran kaligrafi di bagian dinding dan atapnya. Goresan kaligrafi Islam yang terukir secara horizontal di antara hamparan kisi-kisi lempeng beton. “Bermakna bahwa sesungguhnya keelokan bangunan adalah citra dan cermin ketenangan, kedamaian, keterpaduan antar jamaah yang ada di dalamnya atau istilah lain hablum minannas,” tambah Muqodas.
Sementara, di bagian tempat pengimaman atau disebut mihrab terdiri dari susunan bidang seperti berundag. Hal ini untuk mencerminkan kesan keagungan. Sedangkan gerbang beton yang menjulang sengaja dibangun berjenjang guna menciptakan rongga-rongga antara bidang satu dan yang lain.
“Bila dilihat dari segala penjuru tampak dimensi suatu gerbang yang tertuju ke satu titik pusat. Hal ini dimaksudkan agar selain memiliki tata artistik interior masjid yang berkharisma juga berguna untuk sirkulasi udara agar tetap sejuk dan nyaman,” papar Muqodas.
Fasilitas yang dibangun di masjid tersebut selain tempat wudhu juga dilengkapi kantor sekretariat masjid dan menara menjulang tinggi di samping kiri serta dilengkapi lift.
Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Tangsel, Heli Slamet mengapresiasi Pemkot Tangsel telah mengupayakan pembangunan Masjid Raya ini. “Kami sangat mengapresiasi upaya ini dan idealnya demikian pembangunan pusat pemerintahan harus dibangun masjid,” paparnya.
Heli berharap dengan adanya Majid Raya ini kegiatan keagamaan dapat dioptimalkan. “Pemkot harus mengoptimalkan kegiatan keagamaan sebagai syiar Islam. Masjid Raya ini juga diharapkan mampu menjalin kerjasama dengan masjid-masjid yang ada di Tangsel dan mengajak berbagai lembaga keagamaan ormas Islam untuk hadir meramaikan masjid,” terangnya.
Sementara, Ketua MUI Kota Tangsel, KH Saidi menerangkan pembangunan Masjid Raya ini selaras dengan motto Kota Tangsel yakni, cerdas, modern, dan religius. “Kalau sudah dibangun jangan dibiarkan kosong tanpa jamaah,” beber pria bermukim di Pamulang ini.

Sumber Berita : http://tangselpos.co.id/

Beli Karpet Masjid? Segera hubungi kami di 081226459781
atau kunjungi website kami juragankarpetmasjid.com



Comments

Popular posts from this blog

4 Masjid Unik & Bersejarah di Tangsel yang wajib dikunjungi saat Ramadan